Friday 6 august 2010 5 06 /08 /Aug /2010 07:05

KISAH PERSELINGKUHAN SEORANG PNS…… AKU GAULI BAWAHANKU

532358 436202329743557 497492866 n Perkenalkan namaku WIDJI RUBIANTORO saat ini, sudah beristeri dan bekerja sebagai PNS DI SUDIN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL JAKARTA BARAT. Rumahku terletak di pinggiran kota Jakarta yang bisa disebut sebagai cipondoh sebagai PNS aku memang banyak waktu untuk prig keluar kantor denagn alas an kerjaan. Sehingga aku bias leluasa pergikemanapun saat jam tugas dengam alas an ada pekerjaan diluar kantor ,seperti yang saya lakukan sejak saya bertugas di kelurahan DURI KEPA dan KEDOYA SELATAN,orang taunya saya pergi ke kecamatan atau sudin padahal saya pergi ke hotel sama selingkuhan saya.hotel favorit saya adalah permata buana di sawangan dan hotel di gintung ,karena tempatnya cukup didalam dan tidak mencolok dari luar.sebut saja namanya bunga (samaran )….dia cewk selingkuhanku yang waktu itu statusnya masih istri orang,awal ketemu karena dia juga bekerja sebagai karyawan honorer di kelurahan durikepa. inilah yang menjadi ‘pemeran utama’ dalam ceritaku ini.

Kau sudah lama kerja di kelurahan duri kepa ,begitumasuk bunga hatiku langsung pingin menggodanya.. bunga berumur 28 tahun, dia sudah  belum bersuami anaknya satu. Wajahnya tidak cantik, kulitnya putih. Tapi yang menarik dari bunga ini adalah bodynya, seksi sekali. Tinggi kira-kira 164 cm, dengan pinggul yang bulat dan dada berukuran 36. Kulitnya putih bersih. Sering sekali aku memperhatikan kemolekan tubuh bunga ini, sambil membandingkannya dengan tubuh isteriku yang sudah agak mekar.

Hari itu,aku dating ke kantor lebih pagi,sampai dikantor masih sepi,hanya tukang sapu yang sedang membersihkan halaman kelurahan,aku langsung masuk ke ruanganku,aku lihat bunga sudah ada di ruang perpustakaan….aku batalkan niatku masuk keruanganku ,langsung aku hampiri bunga di perpustakaan.dan seperti biasa, mataku langsung melihat tonjolan pinggul dan pantatnya juga dadanya yang aduhai itu.
“Ini Pak, pak mau baca buku apa sih ?”
Rupanya dia ngerasa juga kalau aku sedang memperhatikan pantat dan dadanya.
“Pak Widji ngeliatin apa sih” Tanya bunga.
Karena selama ini aku sering juga bercanda sama dia, akupun menjawab,
“Ngeliatin pantat kamu bunga. Kok bisa seksi begitu sih bunga?”
“Iiih Bapak, kan Ibu diana juga pantatnya gede”
“Iya sih, tapi kan lain sama pantat kamu bunga”
“Lain gimana sih Pak?” tanya bunga, sambil matanya melirik kearahku.
Aku yakin, saat itu memang bunga sedang memancingku untuk kearah yang lebih hot lagi.
Merasa mendapat angin, akupun menjawab lagi, “Iya, kalo Bu diana kan cuma menang gede, tapi tepos”
“Terus, kalo saya gimana Pak?” Tanyanya sambil melirik genit.
Kurang ajar, pikirku. Lirikannya langsung membuat tititku berdiri.
Langsung aku berjalan kearahnya, berdiri di belakang bunga yang masih sibuk sambil membereskan buku di rak.
“Kalo kamu kan, pinggulnya gede, bulat dan kayaknya masih kencang”, jawabku sambil tanganku meraba pinggulnya.
“Idih Bapak, emangnya saya motor bisa kencang” sahut bunga, tapi tidak menolak saat tanganku meraba pinggulnya.
Mendengar itu, akupun yakin bahwa bunga memang minta aku ‘apa-apain’.
Akupun maju sehingga tititku yang sudah berdiri dari tadi itu menempel di pantatnya. Adduuhh, rasanya enak sekali karena bunga memakai rok berwarna abu-abu (seperti rok anak SMU) yang terbuat dari bahan cukup tipis. Terasa sekali tititku yang keras itu menempel di belahan pantat bunga yang, seperti kuduga, memang padat dan kencang.
“Apaan nih Pak, kok keras? tanya bunga genit.
“Ini namanya sonny bunga, sodokan nikmat” sahutku.
Saat itu, rupanya buku-buku sudah rapi disusun, dan dia bersandar ke dadaku, sehingga pantatnya terasa menekan tititku. Aku tidak tahan lagi mendapat sambutan seperti ini, langsung tanganku ke depan, ku remas kedua buah dadanya. Alamaak, tanganku bertemu dengan dua bukit yang kenyal dan terasa hangat dibalik kaos dan branya.

Saat kuremas, bunga sedikit menggelinjang dan mendesah, “Aaahh, Pak” sambil kepalanya ditolehkan kebelakang sehingga bibir kami dekat sekali. Kulihat matanya terpejam menikmati remasanku. Kukecup bibirnya , dia membalas kecupanku. Tak lama kemudian, kami saling berpagutan, lidah kami saling belit dalam gelora nafsu kami. TItitku yang tegang kutekantekankan ke pantatnya, menimbulkan sensasi luar biasa untukku (kuyakin juga untuk bunga).
Sekitar lima menit, keturunkan tangan kiriku ke arah pahanya. Tanpa banyak kesukaran akupun menyentuh CDnya yang ternyata telah sedikit lembab di bagian memeknya.
Kusentuh memeknya dengan lembut dari balik CDnya, dia mengeluh kenikmatan, “Ssshh, aahh,

Pak Widji, paak.. jangan di diperpustakaan dong Pak”
dan akupun mengajak bunga ke hotel transit di deketkantor saya sampai di kamar, bunga langsung memelukku dengan penuh nafsu, “Pak, bunga sudah lama lho pengen ngerasain punya Bapak”
“Kok nggak bilang dari dulu bunga?” tanyaku sambil membuka baju dan roknya.
Dan.. akupun terpana melihat pemandangan menggairahkan di tubuh bunga ini.
Kulitnya memang tidak putih, tapi mulus sekali. Buah dadanya besar tapi proporsional dengan tubuhnya. Sementara pinggang kecil dan pinggul besar ditambah bongkahan pantatnya bulat dan padat sekali. Rupanya bunga tidak mau membuang waktu, diapun segera membuka kancing bajuku satu persatu, melepaskan bajuku dan segera melepaskan celana panjangku.

Sekarang kami berdua hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia bra dan CD, sedangkan aku hanya CD saja. Kami berpelukan, dan kembali lidah kami berpagut dalam gairah yang lebih besar lagi. Kurasakan kehangatan kulit tubuh bunga meresap ke kulit tubuhku. Kemudian lidahku turun ke lehernya, kugigit kecil lehernya, dia menggelinjang sambil mengeluarkan desahan yang semakin menambah gairahku, “Aahh, Bapak”.
Tanganku melepas kait branya, dan bebaslah kedua buah dada yang indah itu. Langsung kuciumi, kedua bukit kenyal itu bergantian. Kemudian kujilati pentil bunga yang berwarna coklat, terasa padat dan kenyal (Beda sekali dengan buah dada isteriku), lalu kugigit-gigit kecil pentilnya dan lidahku membuat gerakan memutar disekitar pentilnya yang langsung mengeras.

Kurebahkan bunga ditempat tidur, dan kulepaskan CDnya. Kembali aku tertegun melihat keindahan kemaluan bunga yang dimataku saat itu, sangat indah dan menggairahkan. Bulunya tidak terlalu banyak, tersusun rapi dan yang paling mencolok adalah kemontokan vagina bunga. Kedua belah bibir vaginanya sangat tebal, sehingga klitorisnya agak tertutup oleh daging bibir tersebut. Warnanya kemerahan.
“Pak, jangan diliatin aja dong, bunga kan malu” Kata kata.
Aku sudah tidak mempunyai daya untuk bicara lagi, melainkan kutundukkan kepalaku dan bibirkupun menyentuh vagina Enny yang walaupun kakinya dibuka lebar, tapi tetap terlihat rapat, karena ketebalan bibir vaginanya itu. bunga menggelinjang, menikmati sentuhan bibirku di klitnya. Kutarik kepalaku sedikit kebelakang agar bisa melihat vagina yang sangat indah ini.
“bunga, memek kamu indah sekali, sayang”
“Pak Widji suka sama memek bunga? tanya bunga.
“Iya sayang, memek kamu indah dan seksi, baunya juga enak” jawabku sambil kembali mencium dan menghirup aroma dari vagina bunga.
“Mulai sekarang, memek bunga cuma untuk Pak Widji” Kata bunga.
“Pak Wiji mau kan?”
“Siapa sih yang nggak mau memek kayak gini bunga?” tanyaku sambil menjilatkan lidahku ke vaginanya kembali.
bunga terlihat sangat menikmati jilatanku di klitorisnya. Apalagi saat kugigit klitorisnya dengan lembut, lalu lidahku ku masukkan ke liang kenikmatannya, dan sesekali kusapukan lidahku ke lubang anusnya.
“Oooh, sshshh, aahh.. Pak Widji, enak sekali Pak. Terusin ya Pak Widji sayang”
Sepuluh menit, kulakukan kegiatan ini, sampai dia menekan kepalaku dengan kuat ke vaginanya, sehingga aku sulit bernafas”Pak Widji.. aahh, bunga nggak kuat Pak.. sshh”Kurasakan kedua paha bunga menjepit kepalaku bersamaan dengan itu, kurasakan vagina bunga menjadi semakin basah. bunga sudah mencapai orgasme yang pertama. bunga masih menghentak-hentakkan vaginanya kemulutku, sementara air maninya meleleh keluar dari vaginanya. Kuhirup cairan kenikmatan  bunga sampai kering. Dia terlihat puas sekali, matanya menatapku dengan penuh rasa terima kasih. Aku senang sekali melihat dia mencapai kepuasan.
Tak lama kemudian dia bangkit sambil meraih kemaluanku yang masih berdiri tegak seperti menantang dunia. Dia memasukkan kemaluanku kedalam mulutnya, dan mulai menjilati kepala kemaluanku. Ooouugh, nikmatnya, ternyata bunga sangat memainkan lidahnya, kurasakan sensasi yang sangat dahsyat saat lidahnya itu mengenai batang kemaluanku. Agak sakit tapi justru sangat nikmat. bunga terus mengulum kemaluanku, yang semakin lama semakin membengkak itu. Tangannya tidak tinggal diam, dikocoknya batang kemaluanku, sambil lidah dan mulutnya masih terus mengirimkan getaran-getaran yang menggairahkan di sekujur batang kemaluanku.
“Pak Widji, bunga masukin sekarang ya Pak?” pinta bunga.
Aku mengangguk, dan dia langsung berdiri mengangkangiku tepat di atas kemaluanku. Digenggamnya batang kemaluanku, lalu diturunkannya pantatnya. Di bibir vaginanya, dia menggosok-gosokkan kepala kemaluanku, yang otomatis menyentuh klitorisnya juga. Kemudian dia arahkan kemaluanku ke tengah lobang vaginanya. Dia turunkan pantatnya, dan.. slleepp.. sepertiga kemaluanku sudah tertanam di vaginanya. bunga memejamkan matanya, dan menikmati penetrasi kemaluanku.
Aku merasakan jepitan yang sangat erat dalam kemaluan bunga. Aku harus berjuang keras untuk memasukkan seluruh kemaluanku ke dalam kehangatan dan kelembaban vagina bunga. Ketika kutekan agak keras, bunga sedikit meringis. Sambil membuka matanya, dia berkata, “Pelan dong Pak Widji, sakit nih, tapi enak banget”. Dia menggoyangkan pinggulnya sedikit-sedikit, sampai akhirnya seluruh kemaluanku lenyap ditelan keindahan vaginanya.
Kami terdiam dulu, bunga menarik nafas lega setelah seluruh kemaluanku ‘ditelan’ vaginanya. Dia terlihat konsentrasi, dan tiba-tiba.. aku merasa kemaluanku seperti disedot oleh suatu tenaga yang tidak terlihat, tapi sangat terasa dan enaak sekali. Ruaar Biasaa! Kemaluan bunga menyedot kemaluanku!
Belum sempat aku berkomentar tentang betapa enaknya vaginanya, bungapun mulai membuat gerakan memutar pinggulnya. Mula-mula perlahan, semakin lama semakin cepat dan lincah gerakan bunga. Waw.. kurasakan kepalaku hilang, saat dia ‘mengulek’ kemaluanku di dalam vaginanya. bunga merebahkan badannya sambil tetap memutar pinggulnya. Buah dadanya yangbesar menekan dadaku, dan.. astaga.. sedotan vaginanya semakin kuat, membuat aku hampir tidak bertahan.
Aku tidak mau orgasme dulu, aku ingin menikmati dulu vagina bunga yang ternyata ada ‘empot ayamnya’ ini lebih lama lagi. Maka, kudorong tubuh bunga ke atas, sambil kusuruh lepas dulu, dengan alasan aku mau ganti posisi. Padahal aku takut ‘kalah’ sama dia.
Lalu kusuruh bunga tidur terlentang, dan langsung kuarahkan kemaluanku ke vaginanya yang sudah siap menanti ‘kekasihnya’. Walaupun masih agak sempit, tapi karena sudah banyak pelumasnya, lebih mudah kali ini kemaluanku menerobos lembah kenikmatan bunga.
Kumainkan pantatku turun naik, sehingga tititku keluar masuk di lorong sempit bunga yang sangat indah itu.
Dan, sekali lagi akupun merasakan sedotan yang fantastis dari vagina bunga. Setelah 15 menit kami melakukan gerakan sinkron yang sangat nikmat ini, aku mulai merasakan kedutan-kedutan di kepala tititku.
“bunga, aku udah nggak kuat nih, mau keluar, sayang”, kataku pada bunga.
“Iya Pak, bunga juga udah mau keluar lagi nih. Oohh, sshh, aahh.. bareng ya Pak Wiji.., cepetin dong genjotannya Pak” pinta bunga.
Akupun mempercepat genjotanku pada lobang vagina bunga yang luar biasa itu, bunga mengimbanginya dengan ‘mengulek’ pantatnya dengan gerakan memutar yang sangat erotis, ditambah dengan sedotan alami didalam vaginanya. Akhirnya aku tidak dapat bertahan lebih lama lagi, sambil mengerang panjang, tubuhku mengejang.
“bunga, hh.. hh, aku keluar sayaang”
Muncratlah air maniku ke dalam vaginanya. Di saat bersamaan, bunga pun mengejang sambil memeluk erat tubuhku.
“Pak Widji, bunga juga keluar paakk, sshh, aahh”.
Aku terkulai di atas tubuh Bunga. bunga masih memeluk tubuhku dengan erat, sesekali pantatnya mengejang, masih merasakan kenikmatan yang tidak ada taranya itu. Nafas kami memburu, keringat tak terhitung lagi banyaknya. Kami berciuman.
“bunga, terima kasih yaa, memek kamu enak sekali” Kataku.
“Pak Widji suka memek bunga?”
“Suka banget bunga, abis ada empot ayamnya sih” jawabku sambil mencium bibirnya.
Kembali kami berpagutan.
“Dibandingin sama Bu Diana, enakan mana Pak?” pancing bunga.
“Jauh lebih enak kamu sayang”
bunga tersenyum.
“Jadi, Pak Widji mau lagi dong sama bunga lain kali. bunga sayang sama Pak Widji”
Aku tidak menjawab, hanya tersenyum dan memeluk bunga. Sampai  sekarang jadi bunga masih menjadi kekasih gelapku.Untuk melancarkan hubungan ini,dan supaya tidakterlau mencolok ,maka saya minta pindah ke kelurahn kedoya selatan,dan bunga saya bawa menjadi karyawan honorer di tempat saya.langsung saya belikan motor,rumah beserta isinya yang setiap saat saya bias nginep disana.

Beberapa kali istri saya,dan temen temen kantor sempet curiga,tetapi karena kepandaian saya,sehingga semuanya bias teratasi sampai sekarang

Tiap kali saya mau ngewe sama dia tinggal saya bilangada keperluan ke sudin,dan bunga ijin pulang lebih awal.padahal bunga sudah aku suruh tunggu di rumah temanya di kelapa dua.

Sampai sekarang hubungan ini masih berlanjut,kurang lebih sudah 6 tahun lamanya bahkan bunga rela menceraikan suaminya demi saya.

 

By selingkuh
Enter comment - View the 1 comments
Home

Overview

  • : CERITA PERSELINGKUHAN...WIDJI RUBIANTORO PNS MESUM.
  • CERITA PERSELINGKUHAN...WIDJI RUBIANTORO PNS MESUM.
  • : widji rubiantoro pns mesum pns ngewe istri orang pns tidurin anak buahnya PNS selingkuh CERITA DEWASA Games
  • : BUDAYAKAN KENIKMATAN BERSAMA,, KARENA ITU YANG DIBUTUHKAN OLEH NAFSU KITA SEMUA.GO GO GO FOR SEX !!!
  • Share this blog
  • Back to homepage
  • Contact

Create a blog

Create your blog for free on over-blog.com - Contact - Terms of Service - Earn Royalties - Report abuse